Jumat, 03 November 2023

MODUL AJAR BIMBINGAN KONSELING KELAS XI KUMER

KURIKULUM MERDEKA

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Dalam implementasinya, guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik dalam setiap tingkat jenjang pendidikannya.
Kurikulum Merdeka selain mewujudkan pembelajaran berbasis kebutuhan siswa juga menambah muatan nilai-nilai karakter, yaitu yang disebut dengan profil Pelajar Pancasila. Dengan demikian, Kurikulum ini adalah keberlanjutan dari Kurikulum 2013 dan bisa diterapkan sebagai opsi. Pada masa sebelum dan pandemi, Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum 2013 kemudian Kurikulum 2013 disederhanakan menjadi kurikulum darurat yang memberikan kemudahan bagi satuan pendidikan dalam mengelola pembelajaran jadi lebih mudah dengan substansi materi yang esensial 

Kurikulum Merdeka di SP/SMK-PK menjadi angin segar dalam upaya perbaikan dan pemulihan pembelajaran yang diluncurkan pertama kali tahun 2021. Pemulihan pembelajaran tahun 2022 s.d. 2024, Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan bahwa sekolah yang belum siap untuk menggunakan Kurikulum Merdeka masih dapat menggunakan Kurikulum 2013 sebagai dasar pengelolaan pembelajaran, begitu juga Kurikulum Darurat yang merupakan modifikasi dari Kurikulum 2013 masih dapat digunakan oleh satuan pendidikan tersebut.
Kurikulum Merdeka sebagai opsi bagi semua satuan pendidikan yang di dalam proses pendataan merupakan satuan pendidikan yang siap melaksanakan Kurikulum Merdeka.Tahun 2024 menjadi penentuan kebijakan kurikulum nasional berdasarkan evaluasi terhadap kurikulum pada masa pemulihan pembelajaran. Evaluasi ini menjadi acuan Kemendikburistek dalam mengambil kebijakan lanjutan pasca pemulihan pembelajaran.
KEUNGGULAN KURIKULUM MERDEKA :
Ada beberapa poin unggulan yang menjadi alasan mengapa Kurikulum Merdeka itu penting, yaitu:
1. Lebih Sederhana dan Mendalam
Kurikulum Merdeka lebih berfokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya. Proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru, dan menyenangkan.
Dengan materi ajar yang sesuai dengan fase pertumbuhan anak didik, maka mereka akan bisa menikmati sekaligus menganggap materi itu dibutuhkan karena sesuai dengan pengalaman atau hal-hal yang mereka alami.
2. Lebih Merdeka
Kurikulum Merdeka tampil lebih simpel terutama bagi peserta didik jenjang SMA, di mana tidak ada program peminatan di SMA sehingga peserta didik memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya. Guru juga nantinya bisa mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan peserta didik dalam setiap pertemuan maupun semester. Sekolah pun memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik.
3. Lebih Relevan dan Interaktif
Pembelajaran berbasis materi maupun teori dengan ruang terbatas seperti di kelas memberikan pengalaman yang sempit bagi anak didik.Kurikulum Merdeka menawarkan beragam kegiatan proyek yang memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual misalnya isu lingkungan, kesehatan, dan lainnya untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila.

Jadi Kurikulum Merdeka bukan hanya memberikan kebebasan kepada peserta didik, tetapi juga gurunya Adapun hal ini dilakukan dalam rangka menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompeten. Melalui Kurikulum Merdeka, proses pembelajaran akan lebih maksimal, sehingga peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensinya. "Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan pun benar-benar menguasai apa yang mereka pelajari sehingga lulusan pun akan lebih kompeten di bidangnya, Pada prinsipnya Kurikulum Merdeka memberikan merdeka bagi guru memilih perangkat ajar yang relevan dengan materi yang akan diajarkan.

Tujuan perangkat ajar pada Kurikulum Merdeka ini tentunya adalah untuk meraih capaian belajar dan profil belajar yang diharapkan. Jadi selama perangkat ajar yang digunakan oleh guru dapat menunjang capaian belajar yang ada pada Kurikulum Merdeka, maka guru diberi kebebasan untuk memilih.

Dalam modul ajar ini, saling sharing praktik baik dan pastinya masih banyak kekurangan dalam pembuatan modul ajar ini. silahkan download di link bawah ini.

Kamis, 07 September 2023

Ice Breaking Strip Five Vs Manage The Change Bimbingan Konseling

 

 

·         JUDUL               : ICE BREAKING KE-1 “STRIP FIVE”

·     TUJUAN        : MELATIH KONSENTRASI PESERTA DIDIK AGAR DAPAT MERESPON SESUATU DAN JUGA DAPAT BERTINDAK SESUAI PERATURAN YANG DIINSTRUKSIKAN OLEH KONSELOR/ MOTIVATOR

·         LANGKAH-LANGKAH ICE BREAKING

1.      Konselor mempersilahkan peserta didik untuk berdiri dan melingkar

2.   Peserta didik diminta untuk berhitung secara berurutan ataupun acak sesuai peserta yang ditunjuk oleh konselor/ motivator. Setiap peserta didik yang mendapatkan kelipatan LIMA, peserta didik harus berteriak DOOR!

Misalnya: 1, 2, 3, 4, DOOR, 6, 7, 8, 9, DOOR, 11, 12, 13, 14, DOOR, 16, 17, 18, 19, DOOR. 21, 22, 23, 24, DOOR, dan seterusnya.

3.      Peseta didik yang salah mengucapkan nomornya, terlambat mengucapkan angka lanjutan, salah mengucapkan angka yang dilarang (Yaitu 5), maka peserta didik tersebut diminta maju ke depan dan pada akhir ice breaking dikumpulkan dan diberi sanksi bias berupa: menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh konselor/ motivator, bernyayi dan seterusnya. Sedangkan dalam video kali ini konselor/ motivator memberikan sanksi bermain MANAGE THE CHANGE.

·         POINT BELAJAR (LEARNING POINT) YANG DIPEROLEH

Melatih konsentrasi dan keselarasan antara ucapan angka yang diharuskan menyebutkan dengan angka yang dilarang. Peserta didik yang melakukan hal yang sama secara berulang-ulang maka daya konsentrasi akan semakin berkurang, dengan ice breaking ini, hendaknya peserta selalu siap berkonsentrasi agar tidak melakukan kesalahan.

Sedangkan untuk ice breaking yang kedua sebagai berikut

 

·         JUDUL               : ICE BREAKING KE-2 “MANAGE THE CHANGE”

·         TUJUAN   : MEMBERIKAN INFORMASI YANG TEPAT AGAR SESUAI DENGAN TUJUAN YANG AKAN DICAPAI DAN SETIAP ANGGOTA MEMAHAMI APA YANG MENJADI INSTRUKSI OLEH MANAGER/ PEMIMPIN

 

·         LANGKAH-LANGKAH ICE BREAKING

1.      Peserta didik yang terkena sanksi dalam ice breaking ke-1 dikelompokkan sekitar 1 – 10 peserta (boleh lebih)

2.      Dari 10 peserta diambil 1 peserta didik yang dijadikan sebagai manager/ pemimpin untuk menginstruksikan anggotanya

3.      Manager/ pemimpin tersebut diberi lembaran yang berisikan kata-kata sesuai materi yang disampaikan oleh konselor. Sedangkan untuk anggota yang lain diminta untuk membalikkan badan membelakangi manager/ pemimpinnya

4.      Setelah manager/ pemimpin menerima lembaran tadi diminta untuk membaca didalam hati dan menghafalkan kata-kata tersebut. Setelah dikira sudah hafal manager/ pemimpin diminta untuk menyampaikan kata-kata secara berbisik tadi tanpa ada salah dan berlanjut sampai anggota yang paling akhir. Anggota yang paling akhir diminta mengucapkan apa kata-kata yang dibisikkan dari anggota sebelumnya secara benar.

5.      Kemudian jika anggota akhir salah/ tidak sesuai kata-kata yang diharapkan, maka konselor mengecek anggota sebelumnya sampai kembali lagi ke manager/ pemimpin untuk mengkroscek kesalahan dari anggota yang mana dalam menyampaikan kata-kata yang diinstruksikan manager/ pemimpin.

 

·         POINT BELAJAR (LEARNING POINT) YANG DIPEROLEH

Melatih daya ingat antar anggota dan memahami instruksi dari manager/ pimpinan. Dan dari ice breaking ini menjadikan anggota atau peserta didik tidak termakan informasi-informasi hoax atau informasi yang tidak berdasarkan langsung oleh narasumber/ orang pertama. Dan jika peserta didik mendapat informasi yang belum akurat jangan diterima secara langsung sebelum ada buktinya.


Video bisa dilihat  dibawah ini:




Senin, 31 Juli 2023

Perangkat Mengajar Kelas XII K13

 Assalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..


Di era industri 4.0 ini, setiap orang harus memahami penggunaan media online sehingga kita sebagai lembaga pendidikan di tuntut agar bisa memberikan pengetahuan kepada peserta didik bagaimana pentingnya media online tersebut, seberapa bergunanya media online tersebut, bagaimana menggunakan media online yang baik, dll.

Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang berlaku dalam Sistem Pendidikan Indonesia. Kurikulum ini merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum-2006 (yang sering disebut sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Kurikulum 2013 masuk dalam masa percobaanya pada tahun 2013 dengan menjadikan beberapa sekolah menjadi sekolah rintisan.

Di dalam kurikulum tentunya harus ada yang namanya perangkat pembelajaran yang di persiapkan oleh seorang pengajar. Perangkat tersebut meliputi RPP, Silabus, Prota dan sebagainya yang merupakan syarat lengkap sebelum untuk melaksanakan pembelajaran di kelas. Untuk memudahkan hal tersebut, berikut ini kami lampirkan link unduhan untuk perangkat pembelajaran kurtilas kelas 7, 8, dan 9. Silahkan di kembangkan perangkat ini sesuai kebuthan Bapak/Ibu guru.

Jika ada yang ingin di tanyakan silahkan berikan komentar di bawah. Jangan lupa untuk berkomentar dengan sopan dan santun!smileyyes

Sedangkan untuk download perangkat mengajar BK kelas XII Kurikulum 2013 Silahkan Klik Link dibawah ini

Link 1: File Perangkat XII K13 

Link 2: File Perangkat XII K13

Wassalamualaikim Warahmatullahi Wabarakatuh..

Jumat, 07 Juli 2023

Materi Bimbingan Konseling (Peer pressure)

Peer pressure bisa diartikan sebagai  perasaan  di mana seseorang harus melakukan hal yang sama seperti orang lain pada usia dan kelompok sosial tertentu agar disukai atau dihargai. Peer pressure bisa memberi pengaruh yang kuat dalam suatu kelompok, di mana anggotanya akan berperilaku seperti yang lain.
Remaja diharapkan mampu mengembangkan fungsi sosialnya, tidak menutup kemungkinan remaja akan mempunyai banyak teman. Mereka akan saling mendengarkan, saling mempengaruhi satu dengan yang lain dengan tidak disadari hanya dengan menghabiskan waktu bersama. 
Disini sebagai guru bimbingan konseling sangat berperan penting dalam perkembangan siswa-siswi di sekolah dalam hal sosialnya oleh sebab itu dalam materi ini bisa sebagai refrensi untuk penyampaian kepada siswa agar mereka dapat mengontrol diri agar terhindar dari perilaku yang negatif.

Materi Peer Pressure

Rabu, 05 Juli 2023

Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka

Dalam Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka yang dilaksanakan di SMK Senopati Sidoarjo memberikan pemantapan kepada seluruh dewan guru untuk mempersiapkan perihal administrasi wajib bagi guruyang sebentar lagi akan dimulainya tahun ajaran baru 2023/2024.

Dalam hal ini ada beberapa yang perlu diperhatikan dalam penyusunan Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran. untuk lebih jelasnya bisa klik materi dibawah ini.

Link Materi 1 ATP

Link Materi 2 Modul Ajar

Selasa, 15 November 2022

Materi Bimbingan Konseling (BULLYING)

Bullying sering terjadi di sekolah dan lingkungan sehari-hari yang memakan jiwa. Aksi bullying ini merugikan korban hingga mempengaruhi psikisnya. Fenomena bullying menyebabkan pelaku bertindak semena-mena pada korban. Dalam hal ini sebagai guru bimbingan konseling haruslah menghimbau untuk siswa dan siswinya menghindari perbuatan ini karena perbuatan bullying mengakibatkan kerugian bagi orang lain.

Jika anda ingin menyampaikan materi tersebut kepada siswa-siswinya silahkan bapak/ ibu guru bimbingan konseling download materi ini.

Download

Rabu, 18 Agustus 2021

Penggunaan Aplikasi Merdeka Mengajar Bagi Guru

Aplikasi Medeka Mengajar merupakan sebuah platform teknologi yang disediakan agi guru dalam mengajar, belajar, dan berkarya sehingga lebih praktis dan fleksibel.

Aplikasi Merdeka Mengajar merupakan aplikasi edukasi yang dirancang Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk membantu guru mengajar, mengembangkan kompetensi, dan berkarya lebih baik lagi.

Aplikasi Merdeka Mengajar merupakan bagian dari episode Merdeka Belajar yang juga mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). 

Aplikasi ini sangat mudah digunakan, agar bapak dan ibu lebih jelas dalam memahami penggunaan aplikasi ini bisa langsung dilihat disini



Terimakasih....




MODUL AJAR BIMBINGAN KONSELING KELAS XI KUMER

KURIKULUM MERDEKA Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang  beragam di mana konten akan lebih optimal agar...