Kamis, 07 September 2023

Ice Breaking Strip Five Vs Manage The Change Bimbingan Konseling

 

 

·         JUDUL               : ICE BREAKING KE-1 “STRIP FIVE”

·     TUJUAN        : MELATIH KONSENTRASI PESERTA DIDIK AGAR DAPAT MERESPON SESUATU DAN JUGA DAPAT BERTINDAK SESUAI PERATURAN YANG DIINSTRUKSIKAN OLEH KONSELOR/ MOTIVATOR

·         LANGKAH-LANGKAH ICE BREAKING

1.      Konselor mempersilahkan peserta didik untuk berdiri dan melingkar

2.   Peserta didik diminta untuk berhitung secara berurutan ataupun acak sesuai peserta yang ditunjuk oleh konselor/ motivator. Setiap peserta didik yang mendapatkan kelipatan LIMA, peserta didik harus berteriak DOOR!

Misalnya: 1, 2, 3, 4, DOOR, 6, 7, 8, 9, DOOR, 11, 12, 13, 14, DOOR, 16, 17, 18, 19, DOOR. 21, 22, 23, 24, DOOR, dan seterusnya.

3.      Peseta didik yang salah mengucapkan nomornya, terlambat mengucapkan angka lanjutan, salah mengucapkan angka yang dilarang (Yaitu 5), maka peserta didik tersebut diminta maju ke depan dan pada akhir ice breaking dikumpulkan dan diberi sanksi bias berupa: menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh konselor/ motivator, bernyayi dan seterusnya. Sedangkan dalam video kali ini konselor/ motivator memberikan sanksi bermain MANAGE THE CHANGE.

·         POINT BELAJAR (LEARNING POINT) YANG DIPEROLEH

Melatih konsentrasi dan keselarasan antara ucapan angka yang diharuskan menyebutkan dengan angka yang dilarang. Peserta didik yang melakukan hal yang sama secara berulang-ulang maka daya konsentrasi akan semakin berkurang, dengan ice breaking ini, hendaknya peserta selalu siap berkonsentrasi agar tidak melakukan kesalahan.

Sedangkan untuk ice breaking yang kedua sebagai berikut

 

·         JUDUL               : ICE BREAKING KE-2 “MANAGE THE CHANGE”

·         TUJUAN   : MEMBERIKAN INFORMASI YANG TEPAT AGAR SESUAI DENGAN TUJUAN YANG AKAN DICAPAI DAN SETIAP ANGGOTA MEMAHAMI APA YANG MENJADI INSTRUKSI OLEH MANAGER/ PEMIMPIN

 

·         LANGKAH-LANGKAH ICE BREAKING

1.      Peserta didik yang terkena sanksi dalam ice breaking ke-1 dikelompokkan sekitar 1 – 10 peserta (boleh lebih)

2.      Dari 10 peserta diambil 1 peserta didik yang dijadikan sebagai manager/ pemimpin untuk menginstruksikan anggotanya

3.      Manager/ pemimpin tersebut diberi lembaran yang berisikan kata-kata sesuai materi yang disampaikan oleh konselor. Sedangkan untuk anggota yang lain diminta untuk membalikkan badan membelakangi manager/ pemimpinnya

4.      Setelah manager/ pemimpin menerima lembaran tadi diminta untuk membaca didalam hati dan menghafalkan kata-kata tersebut. Setelah dikira sudah hafal manager/ pemimpin diminta untuk menyampaikan kata-kata secara berbisik tadi tanpa ada salah dan berlanjut sampai anggota yang paling akhir. Anggota yang paling akhir diminta mengucapkan apa kata-kata yang dibisikkan dari anggota sebelumnya secara benar.

5.      Kemudian jika anggota akhir salah/ tidak sesuai kata-kata yang diharapkan, maka konselor mengecek anggota sebelumnya sampai kembali lagi ke manager/ pemimpin untuk mengkroscek kesalahan dari anggota yang mana dalam menyampaikan kata-kata yang diinstruksikan manager/ pemimpin.

 

·         POINT BELAJAR (LEARNING POINT) YANG DIPEROLEH

Melatih daya ingat antar anggota dan memahami instruksi dari manager/ pimpinan. Dan dari ice breaking ini menjadikan anggota atau peserta didik tidak termakan informasi-informasi hoax atau informasi yang tidak berdasarkan langsung oleh narasumber/ orang pertama. Dan jika peserta didik mendapat informasi yang belum akurat jangan diterima secara langsung sebelum ada buktinya.


Video bisa dilihat  dibawah ini:




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MODUL AJAR BIMBINGAN KONSELING KELAS XI KUMER

KURIKULUM MERDEKA Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang  beragam di mana konten akan lebih optimal agar...